Berapa gaji ideal seseorang…..
Manusia adalah makhluk yang sangat aneh, sukanya sawang sinawang. Apa-apa yang ada di tangan tak dianggap baik, apa yang ada di diri orang lain selalu lebih terlihat menarik.
Kepada petugas, tersangka Siwananden mengaku, selama ini dirinya digaji Rp 2 juta per bulan. Tersangka menganggap gaji tersebut kurang dan belum memenuhi kebutuhannya. Ia berdalih saat ini belum memiliki rumah sendiri. Pelaku mengakui, uang tersebut akan digunakan untuk membeli rumah di Ungaran Indah dan sisanya disimpan di bank. ’’Saya menyuruh karyawan untuk membuat nota palsu,’’ ungkapnya, kemarin. Hasil penggelapan di toko kain dan aneka busana ini digunakan untuk memenuhi uang muka membeli rumah.
Apa yang aneh dari cerita di atas menurut saya, yaitu angka 2 juta sebagai gaji masih dianggap kecil…….ck..ck..ck…. Itu sudah sangat besar menurut saya…. Untuk sebuah toko tekstil, di daerah kabupaten Semarang, tentu gaji 2 jt sudah termasuk besar. Apalagi tersangka ini baru berusia 25 tahun, usia yang sama dengan saya.
Ck..ck..ck.. Okelah kalau memang pegawai sebuah perusahaan procurement atau perushaan konsultan teknik yang asing, dan itupun di jakarta, gaji segitu boleh dibilang kecil, bahkan menurut saya 5 juta di jakarta pun masih kecil, karena untuk mengcover biaya ketidaknyamanan hidup di jakarta. idealnya sekitar 6 juta ke atas. (tapi sekali lagi ini masalah preferensi)
Lah ini gaji di kabupaten yang nyaman, sejuk dan menyenangkan untuk ditinggali, kok 2 jt masih dianggap kecil. Memang besar kecil tak selalu sama takarannya. itu semua masalah taste dan preference.
Tapi mbok ya bersyukur sudah dapet pekerjaan, ada loh tetangga saya yang kerja di semarang sini yang kerjanya full time kadang pulangnya sampai jam 8 malam (12 jam kerja per hari), sabtu masuk lagi, yang digaji cuma 1 juta koma sekian. dua-dua nya bekerja sampai jarang ketemu satu sama lainnya, sehari paling hanya 2 jam saja, lebih sering ketemu temen kantor daripada ketemu suami/istrinya.
Ada lagi sebuah kawan akrab di sebuah perusahan teknologi informasi yagn cukup beken di semarang yang gajinya mungkin hanya separoh dari gaji manajer toko tekstil tersebut lebih dikit beberapa ratus ribu. Tapi teman saya tersebut sangat bagus pekerjaannya, sudah bekerja hampir 4 tahun di situ. Walaupun ia juga mengeluhkan gajinya kecil, tapi tampak sangat menikmati pekerjaannya.
Tapi saya pun merasa 2 jt sebulan belumlah cukup jika ingin neko-neko seperti mau punya rumah atau mobil. Lalu bagaimana sebenarnya jalan yang harus diambil jika merasa gajinya kurang? Tentu pakai jalan yang elegan dan baik. Yaitu dengan berwiraswasta di waktu senggang.
Saya punya loh teman, yang gaji di tempat kerjanya hanya setengah gaji hasil wiraswastanya. Waktu saya tanya, kenapa gak keluar saja dari tempat kerja? jawabnya it’s not about money.
Jadi hidup itu adalah masalah cara pandang. Saya pernah sendiri mengalami gaji dari yang tak layak babar blas…. alias gaji perbudakan… hingga gaji sekelas karyawan BUMN. Hidup itu berproses.
Walaupun ada pekerjaan yang uangnya sebenarnya sedikit, saya tetap ambil dan kerjakan dengan sepenuh hati… kenapa? karena selain bisa untuk tambahan duit hidup untuk anak istri, juga bisa dapat kepuasan non-materi.
Leave a Reply